Faktor Penyebab Lamban Belajar Pada Siswa Kelas VIII-A SMPN 25 Kota Jambi
Kata Kunci:
pembelajaran, lamban belajar, faktor penyebab, siswaAbstrak
Lamban belajar menjadi salah satu penghambat perkembangan belajar siswa. Hal ini berdampak pada semangat belajar rendah serta menghindari tugas akademik yang berat. Tujuan riset ini guna mengetahui karakteristik lamban, upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi lamban belajar, serta faktor penyebab lamban belajar pada siswa di kelas VIII A di SMPN 25 Kota Jambi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dipakai dalam penelitian ini. Subyek riset ini isalah siswa kelas VIII A yang mengalami kesulitan belajar dan beberapa guru di SMPN 25 Kota Jambi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VIII A di SMPN 25 Kota Jambi mengalami lamban belajar dengan karakteristik pretasi belajar rendah, keterlambatan dalam menyelesaikan tugas akademik, daya tangkap materi pembelajaran yang lambat, semangat belajar tinggi namun kemampuan memahami materi rendah, serta kecenderungan menghindari tugas akademik yang berat. Upaya yang dilakukan oleh guru melibatkan pendekatan individual, metode pembelajaran bervariasi, dan koordinasi dengan orang tua serta guru mata pelajaran dan wali kelas. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa faktor personal, yakni pengalaman penyakit bawaan, berkontribusi pada lamban belajar siswa kelas VIII A di SMPN 25 Kota Jambi.
Referensi
Amka, A. (2021). Strategi Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (Edisi Pert). Nizamia Learning Center.
Aziz, A. N., Sugiman, S., & Prabowo, A. (2015). Analisis Proses Pembelajaran Matematika pada Anak Berkebutuhan
Khusus (ABK) Slow Learner di Kelas Inklusif. Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, 6(2), 111.
Irdamurni, I. (2019). Pendidikan Inklusif: Solusi dalam Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus. Prenadamedia Group.
Maharani, P., Bukhari, & Israwati. (2022). Upaya Guru dalam Menangani Anak Slow Learner di SD Negeri Cot Preh Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa: Elementary Education Research, 7(3), 19–25. www.aging-us.com
Marlina, M. (2019). Asesmen Kesulitan Belajar (Edisi Pert). Prenadamedia Group.
Nurfadhillah, S., Alia, F., Setyadi, A. R., Robiah, S., Damiyah, A., Leornadho, R., Berliana, N., Gunawan, A. N., & Safitri, T. (2021). Analisis Faktor Penyebab Anak Lamban Belajar (Slow Learner) Di Sd Negeri Jelambar 01 Jakarta Barat. PENSA : Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 3(3), 408–415.
Okfianto, E. (2018). Analisis Faktor Penyebab Siswa Terindikasi Lamban Belajar di SDN Percobaan 4 Wates Kulonprogo. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 7(24), 1–12.
Palupi, D., & Darmahusni. (2017). Pembelajaran Menulis Deskriptif Bahasa Inggris di Kelas X pada Siswa Lamban Belajar. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 16(2), 78–105.
Raharjo, T. (2012). Peningkatan Kemampuan Daya Ingat Anak Slow Learner Melalui Terapi Kognitif Pada Anak Sekolah Dasar. Jurnal Sosial Budaya, 5(1), 34–41.
Sujiono, Y. N. (2013). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. PT. Indeks.
Ubabuddin. (2019). Hakikat Belajar Dan Pembelajaran Di Sekolah Dasar. Journal Edukatif, 5(1), 18–27.









