Persepsi Siswa Tentang Perilaku Self Injury di SMA Swasta Pelita Raya Jambi
Kata Kunci:
persepsi siswa, self injury, konselingAbstrak
Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena perilaku self-injury yang semakin sering ditemukan di kalangan remaja, termasuk di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap perilaku self-injury di SMA Swasta Pelita Raya Jambi, serta untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa mengenai dampak psikologis dan emosional dari perilaku tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa kelas XI, yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket skala Likert yang terdiri dari 28 item pernyataan, disusun berdasarkan tiga indikator persepsi: aspek kognitif, afektif, dan konatif. Uji validitas dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan menghasilkan 28 item valid dari total 35 item. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,883, yang menunjukkan bahwa instrumen memiliki reliabilitas tinggi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap perilaku self-injury berada dalam kategori tinggi, dengan skor rata-rata sebesar 105,93 dari skor maksimal 116. Indikator afektif memiliki skor tertinggi dibandingkan indikator lainnya. Sebagian besar siswa berada pada kategori persepsi tinggi dan sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa siswa memiliki tingkat pemahaman dan sikap yang cukup baik terhadap perilaku self-injury, serta menunjukkan empati dan kesadaran terhadap pentingnya bantuan dan dukungan dalam menangani masalah emosional. Penelitian ini merekomendasikan agar layanan bimbingan dan konseling di sekolah lebih proaktif dalam memberikan edukasi mengenai regulasi emosi dan pencegahan self-injury melalui pendekatan preventif dan kuratif.
Referensi
Almaida, R., Gumelar, S. A., & Laksmiwati, A. A. (2021). Dinamika psikologis fangirl K-Pop. Cognicia, 9(1), 17-24.
Amira, F. S., & Mastuti, Endah (2021). Hubungan antara Parent Attachment dengan Regulasi Emosi pada Remaja. Buletin Penelitian Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 1(1), 837-843.
Awalinni, A., & Harsono, Y. T. (2023). Hubungan antara kesepian dan perilaku non-suicidal self-injury pada mahasiswa psikologi di kota malang. Jurnal Psikologi Teori Dan Terapan, 14(1), 43-59.
Aronson, E., Wilson, T. D., & Akert, R. M. (2016). Social Psychology (9th ed.). Boston: Pearson Education.
Desi, D. P. (2023). Perilaku Self-Injury pada Remaja Pengidap Bipolar di Desa Purbalingga Lor (Doctoral dissertation, UIN Prof. KH Saifuddin Zuhri).
Epivania, V., & Soetjiningsih, C. H. (2023). Kematangan emosi dan perilaku melukai diri pada mahasiswa. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(8), 7337-7344.
Fitriani, N. (2021). Persepsi Siswa Terhadap Self-Injury Ditinjau dari Pola Asuh Orang Tua. Jurnal Psikologi Insight, 13(1), 45–56. https://doi.org/10.21009/INSIGHT.2021.1301.04
Guntur, A. I., Dewi, E. M. P., & Ridfah, A. (2021). Dinamika perilaku self-injury pada remaja laki-laki. Jurnal Psikologi Talenta Mahasiswa, 1(1), 42-54.
Insani, S. M., Psikologi, P. S., Pendidikan, F. I., Surabaya, U. N., Psikologi, P. S., Pendidikan, F. I., & Surabaya, U. N. (2023). Studi Kasus: Faktor Penyebab Perilaku Self-Harm Pada Remaja Perempuan Case Study: Causative Factor Self-Harm Behavior in Abstrak. 10(02), 439–454.
Katodhia, L., & Sinambela, F. C. (2020). Efektivitas pelatihan emotional intelligence untuk meningkatkan resiliensi pada siswi smp yang melakukan self injury. Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, 5(2), 114-131.
Knigge, M. (1999). Understanding Self-Injury. Chicago: Mind Matters Press. Malumbot, C. M., Naharia, M., & Kaunang, S. E. (2020). Studi tentang faktor-faktor penyebab perilaku self injury dan dampak psikologis pada remaja. Psikopedia, 1(1).
Marwoko, G. (2019). Psikologi perkembangan masa remaja. Tasyri: Jurnal Tarbiyah-Syariah-Islamiyah, 26(1), 60-75.
Melasti, K. Y., Ramli, M., & Utami, N. W. (2022). Self-Injury pada Kalangan Remaja Sekolah Menengah Pertama dan Upaya Penanganan Dalam Layanan Bimbingan dan Konseling. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan, 2(7), 686-695.
Notosoedirdjo, M. Latipun. (2014). Kesehatan mental. UPT Penerbitan Universitas Muhammadiyah Malang,
Putri, S. R., & Dewi, F. (2020). Perilaku Self-Injury Ditinjau dari Regulasi Emosi dan Dukungan Sosial pada Remaja. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 9(2), 102–112. https://doi.org/10.14710/jpkkm.v9i2.102-112
Rini, R. (2022). Perilaku Menyakiti Diri Sendiri Bentuk, Faktor dan Keterbukaan Dalam Perspektif Perbedaan Jenis Kelamin. IKRA-ITH HUMANIORA: Jurnal Sosial Dan Humaniora, 6(3), 115-123.
Santoso, L. S., & Santoso, L. S. (2023). Kematangan Emosi Pada Dewasa Awal dalam Upaya Mengatasi Kecenderungan Self Injury di Kota Bekasi (Doctoral dissertation, UIN Surakarta).
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.
Sutja, A., Herlambang, S., Nelyahardi, N., & Emosda, E. (2017). Penulisan Skripsi untuk Prodi Bimbingan Konseling. Wahana Resolusi.
Thesalonika, T., & Apsari, N. C. (2021). Perilaku self-harm atau melukai diri sendiri yang dilakukan oleh remaja (Self-harm or self-injuring behavior by adolescent). Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 4 (2). Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 4(2).
Yunita, E., & Karneli, Y. (2022). Efektifitas Teknik Dispute Cognitive Untuk Mengurangi Perilaku Nonsuicidal Self-Injury (Studi Kasus Pada Mahasiswi Trauma). Counsenesia Indonesian Journal of Guidance and Counseling, 3(2), 45-53.









