Pengembangan Modul Solution-Focused Brief Counseling Pada Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 3 Kota Jambi
Kata Kunci:
modul, solution-focused brief counseling, layanan konseling individuAbstrak
Solution-focused brief counseling atau konseling singkat berfokus solusi merupakan salah satu pendekatan post-modern yang fokusnya terletak pada potensi yang terdapat pada klien, berfokus kepada solusi dari pada masalah dan menitikberatkan pada percakapan solusi yang langsung mengarah pada langkah apa yang akan dilakukan konseli di kemudian hari, sehingga sesi menjadi ringkas dan singkat. SFBC dapat menjawab kebutuhan guru BK dan siswa dalam melaksanakan layanan konseling individu, mengingat waktu yang terbatas dan kondisi siswa yang merupakan generasi Z. Oleh sebab itu perlu adanya media yang dapat dijadikan referensi oleh guru BK sebagai penanggung jawab bimbingan dan konseling di sekolah untuk belajar sehingga mampu memberikan layanan yang efektif, efisien, dan relevan dengan kondisi generasi masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk modul praktik solution-focused brief counseling untuk pelaksanaan layanan konseling individu. Penelitian ini merupakan penelitian riset dan pengembangan atau Research and Development (R&D). R&D adalah model penelitian yang bersifat pengembangan produk baru atau penyempurnaan produk yang sudah ada melalui prosedur pembakuan yang sistematis, revisi berulang-ulang, dan terukur guna menghasilkan produk yang lebih baik dari sebelumnya (Sutja dkk., 2017). Subjek dalam penelitian ini adalah 2 orang guru BK SMA Negeri 3 Kota Jambi, 1 orang guru BK SMA Negeri 5 Kota Jambi, 1 orang guru BK SMA Negeri 10 Kota Jambi, dan 1 orang guru BK SMA Negeri 12 Kota Jambi untuk uji coba produk. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui saran dan masukan dari ahli mengenai produk dan teknik analisis deskrptif kuantitatif untuk mengetahui persentase kelayakan produk menurut ahli materi, ahli media, dan respon guru bimbingan dan konseling. Data yang di peroleh kemudian diolah dengan menggunakan rumus Formula C untuk menentukan persentase dengan jawaban berbentuk skala berdasarkan panduan menurut Sutja dkk (2017). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk dapat digunakan sebagai referensi guru BK dalam melaksanakan konseling singkat berfokus solusi. Hal ini dibuktikan dengan nilai persentase dari ahli materi 79% yang termasuk dalam kategori “Baik”, dan ahli media 86% yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Uji coba kelayakan produk pada guru BK memiliki presentasi sebesar 85,7% yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”.
Referensi
Angraini, C. 2022. Penggunaan Konseling Kelompok Solution Focused Brief Therapy Dalam Mengurangi Perilaku Prokrastinasi Akademik Pada Siswa Kelas XI IPS di SMA Negeri 2 Kota Agung Tahun Pelajaran 2021/2022.
Borg, W.R., & Gall, M.D. 2003. Educational Research: An Introduction 4th Edition. London: Longman Inc.
De Shazer, S. 1985. Keys to Solution in Brief Therapy. New York: Norton
De Shazer, S., & Dolan, Y. (2007). More Than Miracles. The Haworth Press, Inc., 10 alice Street, Binghamton, New York.
Departemen Pendidikan Nasional 2008. (2008). Penulisan Modul.
Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2008. (2016). Panduan Pengembangan Bahan Ajar. 1–23.
Dimock, M. (2019) Defining Generations: Where Millennials End and Generation Z Begins.
Hanton, P. (2011). Skills in Solution Focused Brief: Counselling and Psychotherapy.
Kim S, Kelly S, F. A. (2017). Solution Focused Brief Therapy in School. Oxford University Press 198 Madison Aveneu, NY 10016, United states of America.
Lutz Anne Bodmer. (2015). Learning solution-focused therapy: An illustrated guide. In International Journal of Social Psychiatry (Vol. 61, Issue 4).
Maulida, U. (2022). Pengembangan Modul Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka. Tarbawi: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 5(2), 130–138.
Mulawarman. 2019. Konseling Singkat Berfokus Solusi – Konsep, Riset, dan Prosedur. Jakarta: Prenadamedia Group.
Nasruddin dkk. (2022). Pengembangan Bahan Ajar. In Repository.upy.ac.id (Issue Mkb 7056).
Nurafiah., Saman, A., & Harum, A. .2022. Penerapan Teknik Solution-Focused Brief Therapy Untuk Mengurangi Stress Belajar Siswa di SMK Negeri 7 Majene.
Permendikbud RI No 111 Tahun 2014. (2016). 1–23.
Rahdiyanta, D. (2016). Teknik Penyusunan Modul Pembelajaran. Academia, 1–14.
Ratner, H. (2014). Solution Focused Brief Therapy; 100 Key Points & Techniques. In Child Care in Practice (Vol. 20, Issue 1).
Rini, D.P dan Sukanti, S. 2016. “Pengaruh Karakter Generasi Z Peran Guru dalam Pembelajaran Terhadap Motivasi Belajar Akuntansi”. Kajian Pendidikan Akuntansi Indonesia. Vol.V (5).
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, CV
Sutja, A. dkk. 2017. Penulisan Skripsi Untuk Prodi Bimbingan Konseling. Yogyakarta: Penerbit Writing Revolution.
Susilowati, S. 2021. Efektivitas Solution Focused Brief Therapy (SFBT) Untuk Mengurangi Perilaku Prokrastinasi Akademik pada Kegiatan Pembelajaran Daring Peserta Didik SMA Negeri 9 Bandar Lampung.
Walter, J. L., & Peller, J. E. 1992. Becoming Solution-Focused in Brief Therapy. New York: Brunner/Mazel Publishers.
Wikanengsih & Yeni Rostikawati. (2024). Pengembangan bahan ajar bahasa indonesia berbasis steam menggunakan aplikasi flipbook. 13(2), 293–308.
Yaumi, Muhammad. (2018). Media Dan Teknologi Pembelajaran. Jakarta: Prenadamedia Group Skripsi untuk Prodi Bimbingan Konseling. Wahana Resolusi.
Thesalonika, T., & Apsari, N. C. (2021). Perilaku self-harm atau melukai diri sendiri yang dilakukan oleh remaja (Self-harm or self-injuring behavior by adolescent). Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 4 (2). Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 4(2).
Yunita, E., & Karneli, Y. (2022). Efektifitas Teknik Dispute Cognitive Untuk Mengurangi Perilaku Nonsuicidal Self-Injury (Studi Kasus Pada Mahasiswi Trauma). Counsenesia Indonesian Journal of Guidance and Counseling, 3(2), 45-53.









