ANALISIS KUALITAS PELAYANAN OBAT TANPA RESEP TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI APOTEK BENING SEHAT CILEUNGSI BOGOR

Penulis

  • Renny Septiani Mokodongan Program Studi D3 Farmasi, Politeknik Kesehatan Genesis Medicare, Depok, Indonesia
  • Siti Nur Fauziah Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Politeknik Kesehatan Genesis Medicare, Depok, Indonesia
  • Yenny Program Studi D3 Farmasi, Politeknik Kesehatan Genesis Medicare, Depok, Indonesia
  • Iva Nuryanti Program Studi D3 Farmasi, Politeknik Kesehatan Genesis Medicare, Depok, Indonesia

Kata Kunci:

Kepuasan pasien, kualitas pelayanan obat tanpa resep, apotek

Abstrak

Kepuasan pasien merupakan tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan antara kinerja dan harapan dari suatu pelayanan. Kualitas pelayanan obat terdiri atas lima dimensi yaitu reliability, responsiveness empathy, assurance dan tangible. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perlayanan obat tanpa resep di Apotek Bening Sehat berdasarkan karakteristik responden. Penelitian ini merupakan penelitian denan desain penelitian analitik menggunakan metode cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel 355 responden yang memenuhi inklusi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dengan media google form. Dari data yang didapat diolah dengan menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian pada uji univariat menunjukkan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (54,4%) dengan kisaran umur 31-40 tahun (33%), serta tingkat pendidikan terakhir terbanyak adalah SMA/SMK (55,2%) dan pekerjaan mayoritas adalah karyawan swasta (33,5%). Pada uji bivariat dengan Chi Square tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara umur dan jenis kelamin dengan kualitas pelayanan obat, dikarenakan P-value lebih besar dari 0,05. Pada karakteristik pendidikan ada hubungan dengan variabel kehandalan, empati dan keyakinan. Hal ini dinyatakan dengan hasil P-value lebih besar dari 0,05. Dalam hal pekerjaan hubungan yang ada dengan variabel ketanggapan, selain itu dinyatakan tidak ada hubungan. Dari hasil uji kepuasan, responden mayoritas sudah merasa puas dengan kualitas pelayanan obat.

Referensi

Akhmad, A. D., Dirga, K, S. M., Adliani, N., & Sukrasno. (2019). Tingkat Kepuasan Konsumen Apotek terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek Kecamatan Sukarame. Jurnal Farmasi Malahayati, 2 (kepuasan konsumen), 86–98.

Bahem, N. (2017). Analisis Tingkat Kepuasan Konsumen terhadap Kualitas Pelayanan Obat Tanpa Resep di Apotek Nur Farma. In Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Khoerina, N. (2022). Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur. Akademi Farmasi Bhumi Husada.

Kotler, K. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.

Kuntoro, W., & Istiono, W. (2017). Kepuasan Pasien Terhadap Kualitas Pelayanan di Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Puskesmas Kretek Bantul Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Vokasional, 2(1), 140.

Machali, I. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif. In Laboratorium Penelitian dan Pengembangan FARMAKA TROPIS Fakultas Farmasi Universitas Mualawarman, Samarinda, Kalimantan Timur (Issue April).

Mayefis, D., Halim, A., & Rahim, R. (2015). Pengaruh Kualitas Pelayanan Informasi Obat terhadap Kepuasan Pasien Apotek X Kota Padang ( Effect of Drug Information Service Quality Patient Satisfaction City Pharmacy X Padang ). Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 13(2), 201–204.

Nikmatuzaroh, R. E., & Maziyyah, N. (2018). Evaluasi Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di

Apotek Wilayah Kota Yogyakarta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. In Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Nursalam. (2020). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan (5th ed.). Penerbit Salemba Medika.

Peraturan Menteri Kesehatan. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan (Vol. 2, Issue 1).

Priantoro, H. (2017). Hubungan Beban Kerja dan Lingkungan Kerja dengan Kejadian Burn Out Perawat dalam Menangani Pasien BPJS. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 16(3), 9–16.

Ruditya, A. N., & Chalidyanto, D. (2015). Hubungan Karakteristik Individu terhadap Penilaian Kualitas Produk Apotek Rawat Jalan. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 3(2), 108–117.

Siti, M., Zulpahiyana, Z., & Indrayana, S. (2016). Komunikasi Terapeutik Perawat Berhubungan dengan Kepuasan Pasien. Jurnal Ners Dan Kebidanan Indonesia, 4(1), 30.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV Alfabeta.

Swandari, & Handayani P, Mukarromah OWK, B. S. (2017). Karakteristik Ibu Dalam Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) Dini Terhadap Status Gizi Balita Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta Tahun 2017. Public Health Perspective Journal, 2(3), 191–201.

Unduhan

Diterbitkan

24-02-2024

Cara Mengutip

Septiani Mokodongan , R., Nur Fauziah , S., Yenny, & Nuryanti , I. (2024). ANALISIS KUALITAS PELAYANAN OBAT TANPA RESEP TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI APOTEK BENING SEHAT CILEUNGSI BOGOR. Jurnal Osadhawedyah, 2(1), 39–48. Diambil dari https://nafatimahpustaka.org/osadhawedyah/article/view/346