PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN DIBIDANG KESEHATAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI
Kata Kunci:
pemberdayaan masyarakat, kesehatan digital, teknologi informasiAbstrak
Teknologi memberikan kemudahan dalam akses terhadap informasi kesehatan. Pemanfaatan teknologi informasi di wilayah pedesaan masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan digital dan terbatasnya kemampuan masyarakat dalam memperoleh informasi kesehatan yang valid. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Ngargotirto mengenai pemanfaatan teknologi informasi di bidang kesehatan melalui kegiatan edukasi berbasis teknologi informasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, penyuluhan dan edukasi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader posyandu, dan tokoh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 33,73% pada saat pre-test menjadi 87,43% pada saat post-test. Selain itu, kemampuan peserta dalam mengakses informasi kesehatan melalui sumber resmi, memahami konsep kesehatan digital, serta membedakan informasi kesehatan yang benar dan hoaks juga mengalami peningkatan. Pendekatan partisipatif yang dipadukan dengan penyuluhan interaktif, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan digital masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memberdayakan masyarakat desa dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai media edukasi kesehatan dan diharapkan dapat menjadi model pengabdian yang berkelanjutan untuk mendukung transformasi digital kesehatan di tingkat masyarakat.
Referensi
World Health Organization, Global Strategy on Digital Health 2020–2025. Geneva, Switzerland: WHO, 2021.
World Health Organization, Digital Health. Geneva, Switzerland: WHO, 2024.
Kementerian Kesehatan RI, Blueprint Strategi Transformasi Digital Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2021.
C. D. Norman and H. A. Skinner, "eHealth Literacy: Essential Skills for Consumer Health in a Networked World," J. Med. Internet Res., vol. 8, no. 2, 2006.
S. R. Paige et al., "eHealth Literacy in Health Education," J. Health Commun., vol. 23, no. 2, pp. 161–170, 2018.
Yudhaswana, Y., Hendra, A., Ardiansyah, R., Wirdayanti, & Ngurah, G. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Digital: Pengenalan dan Pelatihan Sistem Informasi Desa. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 1078–1085
Mujtahidah, & Samsiana. (2025). Literasi Kesehatan Digital dalam Transformasi Digital Health di Indonesia: Literature Review. Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), 9
Widaningsih, L., Malihah, E., & Adriany, V. (2022). Pendekatan Participatory Rural Appraisal dalam mengembangkan kemampuan literasi bagi masyarakat di Desa Cibeureum Wetan, Sumedang. Jurnal Abmas, 22(1), 15–22.
Nugrahani, M. R. (2022). Social Media, Health Misinformation, and Literacy: A Narrative Review of Challenges and Solutions. Journal of Health Literacy and Qualitative Research, 2(2), 114–125.
Suryadi, A., Arif, Y. W. T., & Novitasari, N. S. (2022). Rancang Bangun Sistem InformasiRekam Medis Klinik Rawat Jalan Berbasis Web. Infokes: Jurnal Ilmiah Rekam Medis Dan Informatika Kesehatan, 12(1), 37–43
Tunny, R., Kaliki, F., Umasugi, M. T., & Fitriasari, E. (2025) Peran Tenaga Kesehatan Masyarakat dalam Era Digital: Tinjauan Naratif tentang Pemerataan Layanan Kesehatan pada Populasi Rentan. Journal of Healthcare Technology and Medicine









