PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENDAMPINGAN “GERAKAN REMAJA SADAR ANEMIA: EDUKASI DAN SKRINING KESEHATAN”
Kata Kunci:
Remaja, Anemia, SkriningAbstrak
Anemia disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pengetahuan remaja tentang anemia. Simanungkalit dan Simarmata (2019) menyatakan bahwa remaja putri yang kurang pengetahuan tentang anemia berisiko 3,3 kali lebih besar mengalami anemia. Anemia pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya di atas 20%. Remaja yang anemia akan mengalami penurunan kemampuan berkonsentrasi dan belajar. Remaja putri lebih rentan terkena anemia dibandingkan remaja putra karena adanya siklus menstruasi. Prevalensi anemia pada remaja sebesar 32%, artinya 3-4 dari 10 remaja menderita anemia. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi yaitu penyuluhan tentang Anemia Defisiensi Besi dan skrining Anemia Defisiensi Besi yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Nurul Jadid. Jumlah remaja yang mengikuti kegiatan: 30 orang Usia: 13-18 tahun, Jenis Kelamin: Perempuan. Hasil Pendidikan Pra-tes Pengetahuan Anemia: Skor rata-rata: 55 Pasca-tes Pengetahuan Anemia: Skor rata-rata: 85 Peningkatan pengetahuan rata-rata: 30 poin. Dari hasil skrining, 9 orang mengalami anemia ringan, 21 orang mengalami anemia normal, 6 orang memiliki IMT kurang dari normal, dan 8 orang memiliki riwayat menstruasi lebih dari 7 hari.
Referensi
A. Listiana, “Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Gizi Besi pada Remaja Putri di SMKN 1 Terbanggi Besar Lampung Tengah,” J. Kesehat., vol. 7, no. 3, p. 455, 2016, doi: 10.26630/jk.v7i3.230.
H. Husna and N. Saputri, “Penyuluhan Mengenai Tentang Tanda Bahaya Anemia Pada Remaja Putri,” J. Altifani Penelit. dan Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 2, no. 1, pp. 7–12, 2022, doi: 10.25008/altifani.v2i1.197.
F. S. Nabilla, L. Muniroh, and M. A. Rifqi, “Hubungan pola konsumsi sumber zat besi, inhibator, dan enhancer besi dengan kejadian anemia pada satriwati pondok pesantren Al-Mizan Muhammadiyah Lamongan,” Media Gizi Indones., vol. 17, no. 1, pp. 56–61, 2022.
S. Novelia, Rukmaini, and I. Purnama Sari, “THE Analysis of Factors Associated with Anemia Among Adolescent Girls,” Nurs. Heal. Sci. J., vol. 2, no. 3, 2022, doi: 10.53713/nhs.v2i3.142.
K. Adiyani, F. Heriyani, and L. Rosida, “Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA PGRI 4 Banjarmasin,” Homeostasis, vol. 1, pp. 1–7, 2020.
M. Wulansari et al., “Healthy adolescents free of anemia in iyok village, north bolaang mongondow regency,” Abdimas Polsaka, vol. 4, no. 1, pp. 43–39, 2025, doi: 10.35816/abdimaspolsaka.v4i1.89.
S. Khairiati et al., “Kelompok Remaja Peduli Anemia sebagai Wadah Pemberdayaan dalam Pencegahan Anemia,” Jurnal.Adai.or.Id, vol. 6, no. 2, pp. 96–109, 2025, [Online]. Available: https://jurnal.adai.or.id/index.php/comsep/article/view/836
W. Sugandini, N. K. Erawati, and ..., “Pendampingan Pencegahan Dan Cara Menanggulangi Anemia Pada Remaja Putri Melalui Gerakan Aksi Bergizi,” Semin. Nas. …, vol. 9, no. November, 2024, [Online]. Available: https://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/SENADIMAS/article/view/544%0Ahttps://eproceeding.undiksha.ac.id/index.php/SENADIMAS/article/download/544/187
I. A. Suandana, M. C. N. Satya, Lisus Setyowati, D. K. Sari, and S. N. Renamastika, “Literature Review: Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri,” Arter. J. Ilmu Kesehat., vol. 4, no. 1, pp. 44–53, 2023, doi: 10.37148/arteri.v4i1.256.
Z. E. dkk Taufiqa, Aku Sehat Tanpa Anemia Buku Saku Anemia Untuk Remaja Putri. CV Wonderland Family Publisher, 2020.
G. Memorisa, S. Aminah, and galuh pradian Y, “Hubungan Lama Menstruasi Dengan Kejadian Anemia,” J. Mhs. Kesehat., vol. 1, no. 1, pp. 165–171, 2020.









