MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MANAJEMEN DIRI DAN MEMBANGUN KESADARAN AKAN PENTINGNYA MANAJEMEN DIRI MENGATASI PRILAKU BULLYING SMP NEGERI 53 KERINCI
Kata Kunci:
keterampilan manajemen diri, kesadaran diri, prilaku bullyingAbstrak
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan keterampilan manajemen diri dan meningkatkan kesadaran siswa dalam mengatasi perilaku bullying di SMP Negeri 53 Kerinci. Berdasarkan hasil observasi, bullying merupakan masalah signifikan di sekolah ini yang memengaruhi kesejahteraan korban, pelaku, dan seluruh komunitas sekolah. Program ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan pengelolaan emosi, komunikasi asertif, dan penyelesaian konflik secara konstruktif. Kegiatan ini diikuti oleh 19 siswa melalui metode pelatihan partisipatif, seperti diskusi kelompok, role-playing, dan simulasi. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan manajemen diri siswa, dengan 80% peserta mampu mengelola emosi dan interaksi sosial secara lebih efektif pascapelatihan. Selain itu, insiden bullying di sekolah menurun sebesar 40% dalam dua bulan setelah program berjalan. Kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying juga meningkat, dengan 85% peserta menyatakan lebih peduli terhadap kesejahteraan teman-teman mereka. Program ini diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung, serta berpotensi meningkatkan kinerja akademik dan kesejahteraan emosional siswa. Dengan implementasi yang efektif, proyek ini juga berfungsi sebagai model intervensi yang dapat diadopsi oleh sekolah lain yang menghadapi masalah serupa.
Referensi
Lee, S., & Wong, D. (2020). "Perceptions of Bullying and Safety Measures in Malaysian Schools," Journal of School Safety, 15(2), 34-49.
Miller, J., & Larson, R. (2019). "Teacher Preparedness and Strategies for Handling Bullying," *International Journal of Educational Development, 41, 157-168.
Brown, T., & Green, M. (2021). Strategies for Addressing Bullying in Schools. New York: Education Press.
Kementerian Pendidikan. (2022). Merdeka Belajar Kampus Merdeka: Pedoman Umum. Jakarta: Kementerian Pendidikan.
Global Education Monitoring Report. (2021). Inclusion and Education: All Means All. Paris: UNESCO Publishing
Smith, J. K., Thompson, A. G., & White, E. T. (2022). Social-Emotional Learning and Its Impact on Aggression in School-Aged Children. Educational Psychology Review, 34(3), 715-735.
Zimmerman, B. J., & Moylan, A. R. (2023). Self-Regulation and Its Role in Student Success: A Comprehensive Review. Journal of Educational Research, 116(1), 25-38.
Thompson, M., & Green, J. (2022). Emotional Intelligence and Its Application in School Settings: Implications for Social Relationships. International Journal of Emotional Development, 44(2), 89-104
Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
Dewey, J. (1938). Experience and Education. New York: Collier Books.
Eccles, J. S., & Roeser, R. W. (2011). Schools as Developmental Contexts During Adolescence. Journal of Research on Adolescence, 21(1), 225–241. doi:10.1111/j.1532-7795.2010.00725.x
Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ. New York: Bantam Books.
Masten, A. S., & Garmezy, N. (1985). Risk, Vulnerability, and Protective Factors in Developmental Psychopathology. In B. B. Lahey & A. E. Kazdin (Eds.), Advances in Clinical Child Psychology (Vol. 8, pp. 1–52). Boston: Springer.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.









