PENINGKATAN KETERAMPILAN KADER POSYANDU DALAM PENGUKURAN ANTROPOMETRI DALAM UPAYA DETEKSI DINI BALITA STUNTING DI DESA PARSANGA, SUMENEP
Kata Kunci:
Keterampilan kader, posyandu, AntropomometriAbstrak
Stunting masih menjadi salah satu global issue nasional dan internasional yang dialami oleh balita di dunia karena stunting dapat menyebabakan fisik dan fungsional tubuh terganggu. Indikator stunting adalah Panjang Badan dan Tinggi Badan menurut Umur menunjukkan kondisi tubuh pendek atau sangat pendek pada balita yang didasarkan pada tingkat status gizi. Pengawasan pertumbuhan dan perkembangan balita bisa dilakukan di Posyandu. Keterampilan kader dalam memantau tumbuh kembang anak diharapkan mampu menentukan status gizi dan status perkembangan anak dengan tepat. Sebagai sumber daya yang berasal dari masyarakat, kader posyandu harus memiliki kompetensi dalam hal pengukuran antropometri dan penilaian status gizi bayi dan Balita. Keterampilan kader yang baik sangat penting dalam deteksi dini kasus stunting. Berdasarkan penelitian yang dilakukan sebelumnya, peneliti menemukan bahwa pengetahuan dan keterampilan kader di Desa Parsanga dalam melakukan pengukuran antropometri masih tergolong kurang. Tujuan Pengabdian ini untuk meningkatkan keterampilan kader dalam pengukuran antropometri. Peningkatan keterampilan kader dilakukan dengan melakukan pelatihan dan pendampingan yang diberikan pada 45 kader untuk 9 posyandu di Desa Parsanga. Kegiatan pengabdian dapat dievaluasi dengan adanya peningkatan pengetahuan kader dan peningkatan keterampilan setalah diberikan pelatihan tentang deteksi dini stunting. Pre-test diberikan kepada kader sebelum pelatihan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dengan 15 pertanyaan tertutup menggunakan skala guttman dan post-test diberikan setelah dilaksanakan pelatihan tersebut. Hasilnya, terdapat peningkatan pengetahuan kader tentang pencegahan stunting dan cara pengukuran antropometri. Setelah pelatihan, dilanjutkan dengan pendampingan untuk mengobservasi apakah kader Desa Parsanga melakukan pengukuran antropometri dengan akurat dan hasilnya adalah semua kader dapat melakukan pengukuran antropometri dengan akurat, yaitu 45 orang (100%). Kesimpulannya adalah terjadi peningkatan keterampilan kader dalam upaya deteksi dini stunting di Desa Parsanga.
Referensi
Fufa, D. A. Determinants of stunting in children under five years in dibate district of Ethiopia: A case-control study. Hum. Nutr. Metab. 30, 200162 (2022).
Laili, U., Budi Permana Putri, E. & Khusnul Rizki, L. The Role of Family Companions in Reducing Stunting. Media Gizi Indones. 17, 120–126 (2022).
Oginawati, K., Yapfrine, S. J., Fahimah, N., Salami, I. R. S. & Susetyo, S. H. The associations of heavy metals exposure in water sources to the risk of stunting cases. Emerg. Contam. 9, 100247 (2023).
Singh, K. J., Chiero, V., Kriina, M., Alee, N. T. & Chauhan, K. Identifying the trend of persistent cluster of stunting, wasting, and underweight among children under five years in northeastern states of India. Clin. Epidemiol. Glob. Heal. 18, 101158 (2022).
Nisa, S. K., Lustiyati, E. D. & Fitriani, A. Clean Water Provision Sanitation with Stunting Incidents in Toddlers. Indones. Public Heal. Res. Dev. J. 2, 17–25 (2021).
Apriluana, G. & Fikawati, S. Analisis Faktor-Faktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita (0-59 Bulan) di Negara Berkembang dan Asia Tenggara. Media Penelit. dan Pengemb. Kesehat. 28, 247–256 (2018).
Mia, H., Sukmawati, S. & Abidin, U. wusqa A. Hubungan Hygiene Dan Sanitasi Lingkungan Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Kurma. J. Peqguruang Conf. Ser. 3, 494 (2021).
Wati, S. K., Kusyani, A. & Fitriyah, E. T. Pengaruh faktor ibu ( pengetahuan ibu , pemberian ASI- eksklusif & MP-ASI ) terhadap kejadian stunting pada anak. J. Heal. Sci. Community 2, 13 (2021).
Who, M., Asi, P., Asi, M. & Kunci, K. Universitas Muhammadiyah Cirebon PENDAHULUAN Stunting adalah kondisi dimana anak memiliki ukuran tubuh lebih pendek dari anak normal sesusianya dan memiliki keterlambatan dalam berfikir hal ini juga mengakibatkan gagal tumbuh pada fisik dan otak anak akib.
Oginawati, K., Yapfrine, S. J., Fahimah, N., Salami, I. R. S. & Susetyo, S. H. The associations of heavy metals exposure in water sources to the risk of stunting cases. Emerg. Contam. 9, 100247 (2023).
Khulafa’ur Rosidah, L. & Harsiwi, S. HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN BALITA USIA 1-3 TAHUN (Di Posyandu Jaan Desa Jaan Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk). J. Kebidanan 6, 24–37 (2019).
Fajriati, A., Fatimah, N., Lukman, M., Rosidin, U. & Keperawatan, F. Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Dalam Pemantauan Status Gizi Balita. Journal.Universitaspahlawan.Ac.Id 4, 521–532 (2023).
Nurul Azizan, F., Sri Rahayu, L. & Nur Aini, R. Pengaruh Pelatihan Kader terhadap Peningkatan Keterampilan Pengukuran Tinggi Badan dan Penilaian Status Stunting pada Balita di Desa Kadubale, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang Tahun 2022. J. Ilmu Gizi dan Diet. 2, 53–58 (2023).
Najja. Peningkatan Kompetensi Kader Posyandu Dalam Deteksi Dini Stunting Di Desa Lengkong, Mumbulsari, Jember. J. Public Serv. 7, 23–035 (2023).
Rahmadi, A., Rusyantia, A. & Wahyuni, E. S. Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu tentang Antropometri , Pemantauan Pertumbuhan dan Makanan Balita Melalui Pelatihan dan Pendampingan dalam Rangka Pencegahan Stunting di Desa Sukamenanti , Kecamatan Bukit Kemuning , Kabupaten Lampung Utara. 3, 1811–1818 (2023).
Herlina, S. Pelatihan Alat Ukur Data Stunting (Alur Danting) sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader dalam Optimalisasi Pengukuran Deteksi Stunting (Denting). J. Kebijak. Kesehat. Indones. JKKI 10, 1–5 (2021).









