PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI ECO-ENZYME UNTUK PENGELOLAAN LIMBAH TEMPE
Kata Kunci:
eco-enzym, kader posyandu, pelatihanAbstrak
Produksi tempe dalam skala besar di wilayah lamper tengah Semarang menghasilkan limbah yang signifikan, termasuk pencemaran air dan bau tidak sedap. Limbah-limbah ini, terutama air buangan, dilepaskan ke saluran selokan di sekitar perumahan. Kondisi ini mengancam kualitas air dan kesehatan masyarakat karena dapat menyebabkan air menjadi keruh dan berbau busuk akibat fermentasi limbah. Pengabdian ini mengkaji upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan akibat limbah produksi tempe di Kelurahan Lamper Tengah, Kota Semarang. Tim pengabdian dari Universitas Dian Nuswantoro bekerja sama dengan Bank Eco-enzyme Nusantara melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Eco-enzyme dari sampah organik kepada ibu-ibu PKK di RW 07 Kelurahan Lamper Tengah. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta tentang Eco-enzyme setelah kegiatan pelatihan. Eco-enzyme dapat digunakan untuk mengatasi pencemaran air dan mengubah limbah organik menjadi produk bermanfaat. Kegiatan ini membangun kerjasama yang baik antara universitas, masyarakat, dan Bank Eco-enzyme Nusantara. Di masa depan, diharapkan seluruh masyarakat dapat mengadopsi pembuatan Eco-enzyme di rumah mereka sebagai solusi untuk mengatasi pencemaran akibat limbah tempe yang mana membantu meningkatkan kualitas lingkungan di Kelurahan Lamper Tengah.
Referensi
D. Kumar, R. Bhardwaj, S. Jassal, T. Goyal, A. Khullar, and N. Gupta, “Application of enzymes for an eco-friendly approach to textile processing,” Environ. Sci. Pollut. Res., vol. 30, no. 28, pp. 71838–71848, 2023, doi: 10.1007/s11356-021-16764-4.
Made Rai Rahayu, M. Nengah, and Yohanes Parlindungan Situmeang, “Acceleration of Production Natural Disinfectants from the Combination of Eco-Enzyme Domestic Organic Waste and Frangipani Flowers (Plumeria alba),” SEAS (Sustainable Environ. Agric. Sci., vol. 5, no. 1, pp. 15–21, 2021, doi: 10.22225/seas.5.1.3165.15-21.
N. Hariani, R. Kusuma, S. Samsurianto, F. Patang, L. Oktavianingsih, and D. S. Rukmi, “Pemberdayaan Masyarakat Suwandi, Samarinda Ulu: Sampah Organik Dapur untuk Bumi dengan Eco Enzym,” Glob. ABDIMAS J. Pengabdi. Masy., vol. 2, no. 1, pp. 36–44, 2022, doi: 10.51577/globalabdimas.v2i1.350.
A. Novianti and I. N. Muliarta, “Eco-Enzym Based on Household Organic Waste as Multi-Purpose Liquid,” Agriwar J., vol. 1, no. 1, pp. 12–17, 2021, [Online]. Available: https://doi.org/10.22225/aj.1.1.3655.12-17
L. Pranata, I. Kurniawan, S. Indaryati, M. T. Rini, K. Suryani, and E. Yuniarti, “Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Dengan Metode Eco Enzym,” Indones. J. Community Serv., vol. 1, no. 1, pp. 171–179, 2021, [Online]. Available: http://ijocs.rcipublisher.org/index.php/ijocs/article/view/23
A. Rustanta, A. S. Jaya, and M. Graciella, “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya Eco-Enzym Di Bekasi Selatan,” JMM (Jurnal Masy. Mandiri), vol. 6, no. 4, p. 3360, 2022, doi: 10.31764/jmm.v6i4.9776.
Junaidi et al., “IbM Membuat Eco Enzym dengan Memanfaatkan Limbah Organik Rumah Tangga di Bank Sampah Berkah Abadi Kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai Timur,” Pros. Semin. Nas. Pengabdi. Kpd. Masy. Univ. Lancang Kuning, vol. 3, no. 3, pp. 8–13, 2021.
C. W. Budiyanto et al., “Mengubah Sampah Organik Menjadi Eco Enzym Multifungsi: Inovasi di Kawasan Urban,” Dedik. Community Serv. Reports, vol. 4, no. 1, pp. 31–38, 2022, doi: 10.20961/dedikasi.v4i1.55693.
A. A. Al-Ghanayem and B. Joseph, “Current prospective in using cold-active enzymes as eco-friendly detergent additive,” Appl. Microbiol. Biotechnol., vol. 104, no. 7, pp. 2871–2882, 2020, doi: 10.1007/s00253-020-10429-x.









