PENGARUH PENGETAHUAN KETERPAJANAN INFORMASI KB TERHADAP PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA WANITA USIA 15-19 TAHUN DI INDONESIA

Penulis

  • Reva Mulyati Universitas Muhammadiyah Papua Barat
  • Sri Hartina Universitas Muhammadiyah Papua Barat
  • Achmad Riyan Wardoyo Universitas Muhammadiyah Papua Barat

Kata Kunci:

Kontrasepsi, Wanita Usia 15-19 Tahun, Pengetahuan

Abstrak

Penduduk Indonesia didominasi oleh kelompok usia remaja (10-19 tahun) yaitu sekitar 63,4 juta jiwa yang terdiri dari 32.164.436 remaja laki-laki (50,70%) dan 31.279.012 remaja perempuan (49,30%). Fenomena kelompok usia ini terkait perilaku seksual berisiko hingga memiliki risiko tinggi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan (KTD). Angka penggunaan kontrasepsi pada wanita usia 15-19 tahun di Indonesia masih tergolong rendah. Terbatasnya  Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan keterpajanan informasi KB terhadap penggunaan kontrasepsi pada wanita usia 15-19 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, sampelnya adalah wanita usia 15-19 tahun pada data SDKI 2017. Pada hasil ditemukan Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penggunaan alat kontrasepsi pada wanita usia 15-19 tahun, p-value 0,000 dan POR sebesar 0,506 (95% CI=0,410-0,623). Artinya wanita usia 15-19 tahun yang berpengetahuan baik terkait KB memiliki peluang sebesar 0,5 kali lebih besar untuk tidak menggunakan kontrasepsi dibandingkan dengan yang berpengetahuan rendah. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penggunaan kontrasepsi pada wanita usia 15-19 tahun di Indonesia. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam peningkatan program edukasi kesehatan reproduksi, terutama pada remaja perempuan. Edukasi perlu difokuskan pada penjelasan manfaat, jenis dan cara kerja kontrasepsi secara komprehensif sehingga pengetahuan yang dimiliki tidak hanya bersifat informatif tetapi juga mampu mendorong perubahan sikap dan meningkatkan pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam penggunaan kontrasespi.

 

Referensi

Adam, Arlin., Wintoni, Erwin. 2016. Pengaruh Media Promosi Kesehatan Terhadap Perilaku Kesehatan Pada Remaja Pelajar Kelas XI Di Sma Negeri I Pangkajene Tahun 2015. Media Komunitas Kesehatan FKM UPRI Makassar Vol. VIII Februari No. 1, 2016.

Adioetomo SM, Samosir OB. 2010. Dasar-dasar demografi. Jakarta: Salemba Empat.

A Mary, S Gina, Committee Adolencence. 2014. Contraception for Adolescents. The American Academy of Pediatrics. Knowledge and attitudes towards use of long acting reversible contraceptives among women of reproductive age in Lubaga division, Kampala district, Uganda. BMC research notes.

Asiimwe, J. B., Ndugga, P., Mushomi, J., Patrick, J., & Ntozi, M. 2014. Factors Associated with Modern Contraceptive Use Among Young and Older Women in Uganda; a Comparative Analysis. BMC Public Health.

Afrilia, Eka Mardiana., Cahyanti, Yuyun Dwi. 2017. Hubungan Sikap Remaja Dengan Penggunaan Kontrasepsi Pada Anak Jalanan Di Pamulang Permai. Jurnal JKFT: Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). 2014. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019; Buku I Agenda Pembangunan Nasional. Jakarta; Bappenas.

Batubara, Jose. 2010. Adolescent Development (Perkembangan Remaja). Sari Pediatri.

Baldwin MK, Edelman AB. 2012. The Effect of Long-Acting Reversible Contraception on Rapid Repeat Pregnancy in Adolescents: A Review. Journal of Adolescent Health.

CDC. 2012. Principle of Epidemiology in Public health Practice: An Introduction to.

Chandra-Mouli V, Camacho AV, Michaud PA. 2013. WHO guidelines on preventing early pregnancy and poor reproductive outcomes among adolescents in developing countries. J Adolesc Health. 2013;52(5):517–22

Chacko MR, Wiemann CM, Buzi RS, Kozinetz CA, Peskin M, Smith PB. 2016. Choice of Postpartum Contraception: Factors Predisposing Pregnant Adolescents to Choose Less Effective Methods Over LongActing Reversible Contraception. Journal of Adolescent Health.

Eko A. Meinarno dkk, Manusia dalam Kebudayaan dan Masyarakat: Pandangan Antropologi dan Sosiologi, (Jakarta: Salemba Humanika, 2007), hal. 211.

Etnis, B. R., Hastono, S. P., & Widodo, S. 2018. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD Pada Wanita Usia Subur (WUS) di Desa Tanjungtani Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk Tahun 2016. Global Health Science, 3(1), 103–114.

Fallis A. 2013. Resiko Kehamilan Usia Muda Terhadap Kesehatan Ibu dan Anak. J Chem Inf Model.

Green, L.W., Kreuter, M.W. 2005. Health Promoting Planning an Educationaland Ecological Approach. Fourth Edition. The McGraw Hill Companies

Gupta, Neru and Luri da Costa Leite. Adolescent Fertility Behavior: Trends and Determinants in Northeastern Brazil. International Family Planning Perspectives; 1999.

Hanifa, Wiknjosastro. 1997. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Hartanto, Hanafi. 2002. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar.

Hitchock, J. E., Schubert, P.E., Thomas, S.A. 1999. Community Health Nursing: Caring in Action. Albani: Delmas Publisher.

Huda, Andari Nurul., Widagdo, Laksmono, Widjanarko, Bagoes. 2016. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Wanita Usia Subur Di Puskesmas Jombang-Kota Tangerang Selatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Volume 4, Nomor 1, Januari 2016 (ISSN: 2356-3346).

Irianto, Koes. 2014. Pelayanan Keluarga Berencana. Bandung: Alfabet.

Unduhan

Diterbitkan

19-04-2026

Cara Mengutip

Mulyati, R., Hartina , S., & Riyan Wardoyo, A. (2026). PENGARUH PENGETAHUAN KETERPAJANAN INFORMASI KB TERHADAP PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA WANITA USIA 15-19 TAHUN DI INDONESIA. Jurnal Osadhawedyah, 4(1), 37–45. Diambil dari https://nafatimahpustaka.org/osadhawedyah/article/view/572