Analisis Efek Pasta Termal dan Heatsink pada Stabilitas Suhu Modul LED P10
Kata Kunci:
Arduino Uno, Heatsink, Kestabilan Suhu, LED P10, Pasta ThermalAbstrak
Ketidakstabilan suhu pada modul tampilan LED P10 dapat menyebabkan penurunan performa layar LED P10, efisiensi daya, dan mempercepat kerusakan komponen elektronik. Namun, saat sistem bekerja dengan beban tinggi dalam durasi lama, panas berlebih dapat timbul pada mikrokontroler dan driver LED, sehingga mengganggu kestabilan sinyal dan tampilan visual. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini menerapkan penggunakan pasta termal dan pendingin (Heatsink) untuk meningkatkan konduktivitas panas serta mempercepat proses disipasi energi termal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara kuantitatif pengaruh penggunaan pasta termal dan heatsink terhadap stabilitas suhu operasional dan performa sistem kendali Arduino pada modul LED P10. Metode penelitian dilakukan dengan variabel bebas berupa sistem pendinginan (tanpa pendingin, dengan pasta termal, dan kombinasi pasta termal heatsink), serta berupa suhu permukaan dan kestabilan tampilan LED. Pengukuran suhu dilakukan menggunakan thermometer dan sistem pencatatan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pasta termal mampu menurunkan suhu hingga 10– 15%, sedangkan pasta termal dan heatsink dapat menurunkan suhu hingga 25% dan mampu menurunkan suhu operasional rata-rata hingga 2,43°C dibandingkan kondisi tanpa pendingin. Penurunan suhu ini berdampak langsung terhadap peningkatan kestabilan tegangan, akurasi sinyal Arduino, serta kualitas tampilan LED. Dengan demikian, penelitian ini terbukti efektif dalam menjaga kestabilan termal, meningkatkan efisiensi sistem, serta memperpanjang umur operasional modul tampilan LED P10.







