Penerapan Metode Ferosemen Pada Pembangunan Rumah Tipe 50
Kata Kunci:
Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, Metode Ferosemen, Konstruksi Tahan GempaAbstrak
Permasalahan keterbatasan akses terhadap rumah layak huni di wilayah rawan gempa, seperti Kabupaten Kediri, mendorong perlunya inovasi dalam teknologi konstruksi yang ekonomis, cepat, dan tangguh terhadap bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode ferosemen pada pembangunan rumah tipe 50 sebagai alternatif pengganti metode konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan dan dokumentasi proyek, serta didukung oleh data sekunder dari literatur dan dokumen teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ferosemen menghasilkan efisiensi biaya hingga Rp 8.542.297 dibandingkan metode konvensional, dengan total biaya Rp 37.312.303 dan waktu pelaksanaan 8 minggu, lebih singkat dibandingkan 11 minggu pada metode konvensional. Selain itu, struktur ferosemen terbukti lebih ringan, fleksibel, dan tahan terhadap gempa. Berdasarkan temuan tersebut, metode ferosemen dinilai layak menjadi solusi alternatif dalam pembangunan rumah yang aman, hemat biaya, dan sesuai untuk diterapkan di wilayah rawan bencana.







