INVENTARISASI TUMBUHAN OBAT DI DESA OEMOFA KECAMATAN AMABI OEFETO TIMUR

Penulis

  • Apriliana Ballo Universitas Kristen Artha Wacana
  • Sonya T.M Nge Universitas Kristen Artha Wacana

Kata Kunci:

Inventarisasi, tumbuhan obat, klasifikasi, desa oemofa

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  jenis tumbuhan obat yang ditemukan di desa Oemofa dan  bagian  tumbuhan yang digunakan  dalam menyembuhkan penyakit di Desa Oemofa, untuk mengetahui cara pengolahan tumbuhan obat yang digunakan  serta mengetahui jenis penyakit yang dapat diobati. Metode yang digunakan deskriptif.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan observasi, wawancara dan Dokumentasi. Wawancara dilakukan di desa oemofa dengan  informan tokoh masyarakat, pasien dan pengobatan tradisional dari 5 dusun di desa tersebut. Informan yang diwawancarai berjumlah 15 orang, yang memiliki pengetahuan tentang tumbuhan obat dan kemampuan sebagai pengobat  tradisional oleh masyarakat desa oemofa. Lokasi penelitian di lima dusun, karena dusun yang terpilih masih menggunakan obat tradisional dan jarang menggunakan obat medis. Jumlah jenis tumbuhan yang ditemukan dilokasi penelitian  berjumlah 14 jenis tumbuhan antara lain Jeruk nipis, Kelor, Lidah buaya, Kunyit, Serai, Asam, Jambu biji, Sukun, Pepaya, Nangka, Mengkudu, Lidah mertua, Pisang, dan Singkong, bagian tumbuhan digunakan sebagai obat tradisional adalah akar, batang, daun buah, biji, kulit rimpang, umbi, tangkai, bunga, dan getah, cara  meramu jenis tumbuhan berkhasiat obat yaitu dengan cara  direbus, dihaluskan atau diulik, dikunyah dan dioleskan. Berdasarkan uraian diatas, sebagai penulis memberikan saran bagi penelitian lanjutan untuk mengetahui cara pemakaian dengan dosis atau takaran yang tepat bagi  masyarakat yang menggunakan ramuan tumbuhan obat sehingga tidak menyebabkan efek samping yang berbahaya.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-03

Cara Mengutip

Ballo, A., & T.M Nge , S. (2026). INVENTARISASI TUMBUHAN OBAT DI DESA OEMOFA KECAMATAN AMABI OEFETO TIMUR . Journal of Biology Education and Biotechnology, 1(3), 1–10. Diambil dari https://nafatimahpustaka.org/jbeb/article/view/539